Inspirasi Baru: Menggabungkan Metode Therapy Banyu Urip dengan Teknik dan Alat Lain

Therapy Banyu Urip international
MS Arifin bersama mitra kerja. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Pengobatan alternatif kian berkembang dan jadi pilihan banyak orang sebagai pelengkap atau bahkan pengganti metode pengobatan konvensional. Selasa (3/12/2024). 

Salah satu metode yang menarik perhatian adalah Therapy Banyu Urip, sebuah penyembuhan dengan memanfaatkan ramuan tradisional. 

Cabang Therapy Banyu Urip berkembang pesat sampai ke mancanegara. 

Sukses bisa menyembuhkan aneka macam penyakit itulah yang membuat cabangnya bertebaran dimana-mana. 

Semua cabang memiliki teknik tambahan, selain metode pengobatan baku ala Therapy Banyu Urip.

"Muncul gagasan baru untuk menggabungkan metode ini dengan teknik lain atau menggunakan alat tertentu agar efektivitas terapi meningkat," terang MS Arifin di tempat praktiknya, kawasan Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta. 

MS Arifin, CEO PT Bintang Banyu Urip dengan produknya yang viral, Ramuan Banyu Urip. 

Baginya, teknik atau penggunaan alat-alat kesehatan yang dipakai beberapa Cabang Therapy Banyu Urip merupakan upaya positif. 

"Penggabungan tersebut harus memperhatikan keamanan dan kenyamanan pasien," imbuh MS Arifin. 

Tujuannya menciptakan harmoni dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. 

Ada beberapa teknik yang dapat dikombinasikan dengan Therapy Banyu Urip. 

Seperti relaksasi, meditasi, pijat refleksi, sehingga manfaat penyembuhan dapat lebih terasa. 

Selain teknik manual, penggunaan alat juga dapat menjadi pelengkap dalam metode ini.

Seperti alat pemijat otomatis dapat digunakan bersamaan dengan Therapy Banyu Urip untuk membantu melancarkan peredaran darah. 

MS Arifin selalu menyarankan kepada para terapis yang tergabung di Community Therapy Banyu Urip agar hati-hati. 

"Setiap penggabungan tentu didasarkan pada uji coba yang matang,” tambahnya.

MS Arifin menekankan kepada semua Cabang Therapy Banyu Urip untuk dikonsultasikan apabila mau membuat kolaborasi. 

Selain itu, pasien juga harus diberikan penjelasan lengkap tentang proses terapi dan alat yang digunakan. 

Keterbukaan yang baik antara terapis dan pasien akan membantu menciptakan kepercayaan.

"Penggabungan Therapy Banyu Urip dengan teknik dan alat lain adalah langkah inovatif yang bisa menginspirasi metode pengobatan," tegasnya. 

Kombinasi yang tepat, antara tradisi dan teknologi bisa ciptakan pengobatan lebih baik di masa depan. 

“Inovasi dalam terapi bukan soal menambahkan sesuatu yang baru, tapi juga menjaga keseimbangan untuk berikan manfaat terbaik bagi pasien," tutup MS Arifin. [Surya]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Wujudkan Generasi Bugar, SDN Padangdangan 1 Gelar Program "Aku Hebat Aku Sehat"

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1

SDN Prancak 2 Pasongsongan Gelar Istighosah Shonar Yalil untuk Tingkatkan Spiritual Siswa

Aksi Nyata Warga Sempong Barat: Bangun Jalan Pelosok Lewat Patungan Mandiri