Doa Pangrokat dalam Tradisi Rokat Tase' Pasongsongan Sumenep

Agus sugianto, pemerhati budaya madura
Agus Sugianto,S.Pd. [Foto: Yant Kaiy]

apoymadura.com - Doa Pangrokat merupakan bagian sangat penting dalam tradisi Rokat Tase'. Ibarat ada siang, ada malam. Ada hitam, ada putih. 

Dalam bahasa Madura, doa Pangrokat disebut sebagai "pangaterro serra' berkat," yang berarti doa untuk memohon berkah dari rezeki yang telah diberikan Sang Pencipta. 

"Tentu rezeki yang membawa kebaikan bagi keluarga dan orang lain," jelas Agus Sugianto, salah seorang pemerhati budaya dari Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (3/8/2024). 

Doa Pangrokat biasanya dibacakan oleh tokoh agama atau sesepuh desa, dengan tujuan untuk mengiringi kegiatan ritual dan memohon perlindungan serta keberkahan dari Sang Khalik.

"Rokat Tase' adalah sebuah tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat di pesisir pantai utara Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep," ucap Agus Sugianto. 

Tradisi ini memiliki makna yang dalam bagi masyarakat setempat, karena dipercaya dapat mendatangkan keberkahan bagi mereka yang terlibat, terutama bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Rokat Tase' biasanya dilakukan di pesisir pantai, dimana masyarakat berkumpul untuk melaksanakan berbagai rangkaian ritual. 

Biasanya acara ini dimulai dengan Khotmil Qur'an dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh desa. 

Doa Pangrokat dibacakan sebagai pembuka dan penutup, dengan harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat ridho dari Sang Khalik.

Agus Sugianto menjelaskan, doa Pangrokat memiliki makna yang sangat penting dalam tradisi Rokat Tase'. 

"Melalui doa ini, masyarakat memohon perlindungan dari segala marabahaya dan memohon rezeki yang melimpah," ucapnya. 

Doa ini juga merupakan simbol dari rasa syukur dan pengharapan masyarakat kepada Sang Pencipta agar senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. [Surya]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung