Mitos Lubang Kuburan


Catatan: Yant Kaiy

Ada mitos dibeberapa desa di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, seseorang tidak diperkenankan menyediakan lubang kuburan. Karena hal itu sama artinya mengundang orang lain mati. Dalam hati saya protes. Bukankah semua yang bernyawa akan mengakhiri hidupnya.

Kebetulan kemarin (Jumat, 5/11/2021) saya melayat di kawasan Desa/Kecamatan Pasongsongan. Mayit selesai disholatkan di masjid setempat. Tapi tidak langsung dibawa ke kuburan karena lubangnya masih digali.

Dalam menunggu, saya melontarkan gagasan pada salah seorang tokoh pemuda setempat. Bahwa di jaman sekarang manusia punya banyak aktivitas saban harinya. Kasihan kepada para takziah yang menunggu terlalu lama akibat lubang kuburan.

Tokoh pemuda di hadapan saya sejenak diam berpikir. Ia sebenarnya setuju akan ide saya. Dirinya akan bermusyawarah dengan tokoh masyarakat lainnya.[]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara