Tak Lagi di Menara Sukses



Pentigraf: Yant Kaiy

Kekhawatiran yang dulu pernah terlintas kini menjadi kenyataan. Karier sukses sekian lama terengkuh sirna ditelan persaingan. Satu demi satu kekayaanku terjual hingga tak tersisa. Bersama istri aku terus mencoba bangkit dari lembah kebangkrutan.

 

Proses panjang itu membuahkan hasil. Tapi bukan dari tanganku, melainkan dari karya istriku. Hidupku pun terdikte. Pijakan haluanku terombang-ambing. Hilang hormat istriku. Aku kalah dalam banyak hal. Keputusan rumah tangga kami ada di tangannya.

 

Puncaknya dia meninggalkan aku karena pertengkaran. Aku mempertahankan wibawa sebagai seorang suami.[]

 Pasongsongan, 26/7/2021



Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Jurnal Pembelajaran Mendalam dan Asesmen 2.0 (Umum) dengan Topik Pendekatan Understanding by Design dalam Perencanaan Pembelajaran

SDN Padangdangan 1 Gelar Upacara Rutin, Pembina Tekankan Setiap Anak Unik dan Punya Potensi Sukses