Antologi Puisi “Riak Sungai Debur Hati” (10)



Karya: Yant Kaiy

Desah Nafas Cinta

kejenuhan berbaur kegagalan hati

lagu asmara. begitu orang berteriak

mataku terpesona seketika

melambungkan asa, berlalu...

sepi dan sunyi kian menikam

aku tak bisa merangkul cinta

menumpuk, tak tersusun

gerah tanpamu, sahabat setia pelepas

sengketa kepastian. kutancapkan di sini

di senandung penyesalan jati diri

gerakku, ternyata

nafas cintamu semata.

Pasongsongan, 14/12/90

 

Kelahiran

Tuhan Maha Pengasih

melimpahkan rahkmat pada kami

bersujudlah kita

di lembah dosa

berserakan

lahirkan keinsyafan

bersenyawa rasa bersalah.

Pasongsongan, 14/12/90 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Peduli Warisan Desa, Pemuda Pakotan Inisiasi KP3L untuk Revitalisasi Sumber Agung

Mitos Uang Bernomer 999

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya