Antologi Puisi “Bunga-bunga Kepedihan” (14)



Karya: Yant Kaiy

Kehadiranmu di Kamar Kecewa

berulangkali kukemukakan padamu

hujan kecewaku mengetuk pintu hati

perlahan kukuak derita ini

sebab gersang mulai menua

menggoresken beragam biru asmara

kutakkan mungkin memaksamu lebih jauh

sebelum kau bersedia menjemput luka

 

aku sudah dapat membacanya

maksud baikmu pun masih belum cukup

terhadap kemelut yang kau bikin

karena kumasih utuh menyayangimu

kalau saja tidak

mungkin telah kau kuleburkan

setidaknya kau mau bercermin

kuyakin kau tidak buta hati.

Pasongsongan, 22/08/91

 

Jendela Animo

persaingan yang wajar

memukul hasrat membuncah

kusatukan tekad tetap awas

konsentrasiku pun melekat

kutinggalkan hiasan dunia sementara

yang senantiasa membelenggu

dan seringkali membuatku terlupa

sampai kapan impian tergapai

begitu hati berbisik

dikala jiwa mulai sadar, sebab

kesempatan sudah membentang.

            Pasongsongan, 25/08/91 



LihatTutupKomentar