Kamis, 29 April 2021

Antologi Puisi “Lazuardi Asa” (28)



Puisi Karya Yant Kaiy

Pada Jalan Berbatu

kuberserah diri pada seribu satu kemungkinan

mengambang tak menentu kiblatnya

mengiris pori jiwaku kian gersang adanya

terterkam halimun peradaban di genggaman

tangan kecilku. ternyata

aku harus meninggalkan semua kegalauan

menerpa sebagian niat semusimku hingga kulelah

 

meski seringkali kau melukai tapak kaki tak berdosa ini

namun aku tak pernah mengeluh sepatah kata pun

kendati berulangkali kuterjatuh

ke lembah onak derita berkepanjangan

biarkan… aku tak dapat menyesalkan tingkahmu

sebab kau teman setiaku, senasib…

seperjuangan di alam keserakahan ini

 

akan kubiarkan selamanya kau mengurung animoku

yang ternatal tempo dulu

selamanya pula tertuang rasa merdeka

ke dalam gelas kenikmatanku

aku yakin pada saatnya kelak

impianku tergenggam

di tangan ini.

Sumenep, 07/04/90

 

Syukur

telah Kau limpahkan

segala nikmat kepadaku

biarlah rembulan-Mu

tetap bersinar di dada ini

jadi tongkat perjuangan

di akhir kehidupanku.

Sumenep, 08/04/90

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...