Menjadi Masyhur



Catatan: Yant Kaiy

Menjadi sosok termasyhur bukan perkara mudah di alam jagad ini. Dalam konteks ini masyhur bukan dari latar belakang perilaku tak bermoral. Beraneka ragam sebab seseorang menjadi kesohor. Walau sebagian besar memang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Tiba-tiba saja ia menjadi viral. Entah itu karena karyanya atau lain sebagainya. Orang seluruh dunia jadi tahu dan memberi ulasan tentang dirinya.

Jaman dulu orang masyhur karena faktor kualitas akhlak, kapabilitas, dan karya besarnya. Sebab teknologi masih belum ada. Tapi kini episode smartphone menjadi sarana instans seseorang berlomba-lomba untuk bisa meraih popularitas.

Bagi kita, terbuka ruang seluas-luasnya untuk unjuk gigi via sosial media supaya bisa masyhur. Lantaran masyarakat bumi telah terkungkung media informatika tak terbendung lagi. Maka banyak waktu kita saban harinya terjajah oleh sosial media beraneka ragam. Kian sempitlah kans berkontemplasi, mendekat terhadap Sang Khalik.

Sadar tidak sadar, saya pun mengalaminya. Apalagi profesi penulis jaman now dituntut agar senantiasa up to date.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com



Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak