Stroke



Pentigraf: Yant Kaiy

Ketika suamiku tak bisa lagi memberi nafkah batin karena stroke akibat darah tinggi, aku pun haus belai lembut tangan lelaki. Tapi aku tak bisa kemana-mana karena harus merawatnya sebagai bakti istri terhadap suaminya. Apalagi ada dua anakku masih kecil, butuh curahan kasih-sayang dan perhatian.

Aku tetap mengharapkan dia sembuh seperti impian keluarga besar kami. Namun kesehatan suamiku terus memburuk sehingga kematian menjemputnya.

Ketika aku ingin keluar dari rumah suamiku, adik iparku mencegahnya. Ia hendak menggantikan kedudukan kakaknya di hatiku. Haruskah aku menerima cintanya, sementara ayah mertua sudah berulangkali mencicipi tubuhku? Ah…

Pasongsongan, 29/1/2021






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD

Mitos Uang Bernomer 999

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’