Tak Sanggup



Pentigraf: Yant Kaiy

Rayuannya menyeretku ke terowongan cinta palsu. Aku terjebak pada nista nama baik keluarga yang dibangun bertahun-tahun. Mempertahankan agar tidak tercemar dari limbah dosa adalah kewajiban bagi generasi selanjutnya. Aku tahu banyak orang lebih parah melakukan perbuatan menjijikkan, tapi mereka bisa menghindar dari tekanan lingkungan, menghakimi kami sedemikian keji.

Akhirnya kami meninggalkan kampung halaman dengan satu harapan hidup lebih baik. Sesal tiada guna.

Mempertahankan cinta diantara aib keluarga jalan satu-satunya berpisah kendati kalbu berkecamuk. Karena tak ada lagi tali jatuh ke permukaan jurang, tempat dimana kami saat ini meratapi nasib.[]

Pasongsongan, 30/12/2020





Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak