Dirgahayu RI ke-75

Upacara HUT RI berlangsung secara virtual
di Kantor Kecamatan Pasongsongan-Sumenep

Catatan: Yant Kaiy
Pada 2020 kali ini HUT RI dirayakan bukan lagi di lapangan terbuka seperti biasanya. Nuansa semarak pun tak menghias sudut-sudut perkampungan lazimnya. Padahal tahun kemarin pernak-pernik perhelatan lomba seni dan budaya serta olahraga, kompetisi kreativitas humoris para orang tua, adu bakat serius oleh kaum muda tergelar penuh semarak.

Bahkan anak-anak kecil juga turut serta menunjukkan kebolehannya dan keluguannya di depan publik. Mereka terlibat dalam suasana suka cita bersama orang-orang sekitarnya. Menyatukan bingkai persatuan dalam irama perbedaan. Meretas sakwa sangka diantara lingkungan nan heterogen. Out putnya ternatal harmonisasi pada altar jalinan kasih sayang sebagai anak bumi pertiwi.

Dengan sukarela rakyat bahu-membahu menggelar kegiatan kebangsaan sebagai implementasi dari adanya jiwa nasionalisme. Mereka merdeka mengaplikasikan perasaan bahwa dirinya bangga hidup di negeri nusantara ini. Mereka begitu meniscaya menjadi bagian vital sebagai anak bangsa yang tak dapat terbeli dengan harta sekalipun.

Tapi realita itu sekarang raib di ditelan halimun pandemi Covid-19. Semua tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Padahal tanggal 17 Agustus merupakan hari bersejarah berdirinya bangsa ini setegak-tegaknya tanpa belenggu penjajah.

Aneh. Dulu pejuang bangsa ini tidak takut dengan senapan modern, bertempur sampai titik darah penghabisan di medan laga menggunakan senjata bambu runcing. Mereka rela mati sahid demi tanah air yang dicintainya. Mereka menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman, bukan lagi sebuah ketakutan.

Dan kali ini upacara kemerdekaan RI tidak dapat terlaksana karena cerita hitam Covid-19. Di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep perayaan HUT RI dilaksanakan di Kantor Kecamatan Pasongsongan secara virtual. Yang hadir pun dibatasi sedemikian rupa lantaran mengacu pada surat edaran dari pemerintah.

Semoga cinta tanah air masih terpatri di dada kita sepanjang masa. Tak mudah tergerus oleh badai Covid-19 sekalipun.[]

Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Komentar

Popular Posts

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

NU Abu-Abu Soal Imigran Yaman, Diam yang Justru Menggelapkan Akal Sehat

Indonesia Milik Siapa? Anekdot Klaim Aulia Tarim dan Nasab yang Merasa Paling Berhak