Kepergian Tokoh PDIP Pasongsongan

Salamet Bin Sahal ketika masih hidup.
Apoy Madura, Sumenep – Kepergian Salamet Bin Sahal (76) menyisakan banyak kenangan mendalam bagi sebagian besar warga Kecamatan Pasongsongan, terutama bagi keluarganya. Masyarakat luas mengenal dia sebagai pelopor berdirinya PAC PDIP Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dia juga banyak membantu masyarakat mengurus KTP, KK, akte kelahiran, dan lain-lain.

“Kak Salamet sudah lama sakitnya. Disamping faktor usia, ada beberapa penyakit yang membuat kondisinya semakin parah. Kemarin dia menghembuskan nafas terakhir,” terang Mansup Adi Kusuma kepada apoymadura.com di tempat tinggal Salamet. Rabu (29/4/2020).
 
Saat pemandian jenasah Salamet Bin Sahal.
Di mata Mansup Adi Kusuma, Salamet bin Sahal adalah tokoh penting berdirinya PAC PDIP Pasongsongan. Pada 1998 hari-harinya disibukkan melakukan komunikasi dengan pengurus ranting di seluruh desa yang ada di Kecamatan Pasongsongan. Ia juga melakukan koordinasi intens tanpa kenal lelah. Tujuannya satu, partai berlambang banteng itu harus ada di Kecamatan Pasongsongan.

“Sebenarnya Kak Salamet asli Jember. Ia menempati rumah saudara saya. Hidupnya sangat memprihatinkan di masa tuanya hingga meninggal dunia. Tak ada tokoh penting dari partai yang menyambanginya sampai detik ini,” tambah Mansup menahan kekecewaannya.


Mansup Adi Kusuma saudara sepupu Salamet Bin Sahal ini juga menerangkan, hidup menderita ditemani seorang istri asli Lumajang ia menjalani hari-hari tuanya dengan tetap tersenyum karena partai kebanggaannya kini berjaya di bumi nusantara. (Yant Kaiy)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Mitos Uang Bernomer 999

Therapy Banyu Urip Kian Berkembang, Jumlah Pasien di Pasuruan Terus Meningkat