Cerita Covid-19 Malaysia
![]() |
| Kadir Jailani (Foto Dok.Pribadi) |
SUMENEP,
apoymadura.com - Kadir Jailani warga Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan
Pasongsongan Kabupaten Sumenep sudah setahun lebih bekerja di Malaysia. Ia
terpaksa bekerja di negeri orang karena kebutuhan belanja dapur selalu gali
lubang tutup lubang. Padahal ia sudah bekerja banting tulang, tapi selalu
kurang dan kurang.
Kepada apoymadura.com
lelaki yang masih punya anak satu ini bercerita panjang lebar tentang suasana
di negeri tetangga itu via sosial media.
![]() |
| Tulisan Kadir Jailani via sosial media. |
“Ok, Kak. Suasana tempat tinggal saya aman-aman saja. Semua
kantor dan pertokoan ditutup selama pandemi virus corona. Lockdown tidak bisa
ditawar-tawar. Begitu ketat. Pemerintah di sini mengutamakan keselamatan nyawa
manusia. Soal ekonomi urusan belakangan. Kalau sehat uang kan bisa dicari,”
tutur Kadir Jailani dengan gaya tulisan Negeri Jiran. Rabu (22/4/2020).
Lelaki yang sebelumnya kerja sebagai nelayan merangkap
petani di tanah kelahirannya menambahkan, kalau di Malaysia internet gratis,
air, listrik, makan, dan bantuan sembako diantar ke rumah masing-masing. Bahkan
ada juga bantuan uang tunai. Tidak terkecuali orang asing yang bekerja di sana
mendapat perlakuan sama.
“Semua kebutuhan di sini dijamin oleh pemerintah selama
lockdown diberlakukan. Bantuan di sini per kepala, bukan per KK. Hebat kan, Kak,”
celoteh Kadir Jailani yang bekerja di kawasan Johor Bahru. (Yant Kaiy)



