Teringat Ayah
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku tak tahu dimana harus mencari Ayah. Beliau lenyap bagai
ditelan bumi. Kami kehilangan jejak. Aku seakan lupa wajahnya. Usiaku masih
tiga tahun lebih tiga bulan sebelas hari. Dia pergi meninggalkan Ibu karena
cekcok dengan Kakek. Aku tak tahu permasalahannya apa. Kini Ibu menikah lagi.
Aku sekarang punya tiga adik tiri.
Sejak aku mengerti tentang pentingnya keutuhan sebuah rumah
tangga, maka aku fokus pada pelajaran karena aku punya cita-cita. Aku ingin
mengembalikan Ayah datang kepadaku. Hanya satu itu dendamku.
Aku takkan mungkin membencinya meski ia telah melupakanku.
Di dada tetap ada hasrat untuk mendapat belai kasih-sayangnya. Ayah juga tak
pernah menghubungi kami. Barangkali dia telah punya istri dan anak-anak?
Pasongsongan, 14/3/2020
