Sinting
Pentigraf: Yant Kaiy
Semakin tak jelas kemauannya. Tonah maunya enak sendiri. Tak
peduli terhadap orang lain yang tersiksa karena ulahnya. Ia akan terus meluncur
sampai ujung harapan. Wajar kalau akhirnya ia seringkali jadi pemenang dalam
setiap persaingan. Tepatnya, ia tidak mau ribet dengan urusan perasaan.
Tapi Tonah akhirnya kena batunya. Perasaannya tercabik
ketika Debur memutuskan cintanya. Ia menangis seharian. Meraung dalam kamar
seperti anak kecil. Ternyata ia rapuh juga dalam urusan asmara.
Ketika aku pulang kerja, langkahku dihentikan Tonah di depan
kamar indekos. Ia seperti orang gila. Ia memelukku. Kau kemana saja kok baru
pulang, Bur? Aku telah lama menunggumu…
Pasongsongan, 15/3/2020
