Berburu Keberuntungan
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku seperti orang tidak sabar lagi untuk meraih
keberuntungan seperti mereka. Keberuntungan yang menurutku sangatlah mudah
didapat. Termyata semua hanya sepintas aku melihatnya. Setiap sukses butuh
kerja keras. Cepat atau lambat bergantung pada kemujuran masing-masing
individu.
Siang-malam aku berada di depan komputer, menelanjangi dan
menyetubuhi dunia maya lewat beberapa sosial media yang bisa mendatangkan uang.
Mereka meminta jasa menulis dan membayarku. Tatkala kerja memperoleh hasil,
orang-orang mulai curiga kalau aku mencari rejeki lewat jalan salah, melanggar
syariat agama.
Pada malam sepi nan dingin menusuk tubuh, rumahku dikepung
oleh orang-orang di kampungku. Ia menyelidiku lewat beberapa ventilasi udara.
Aku yang sedang duduk di depan komputer berjingkat dan keluar rumah. Mereka
menuduh kalau aku melakukan pesugihan. Dasar.
Pasongsongan, 15/3/2020
