Talak

apoymadura-yant-kaiy/artis india sara ali khan

Pentigraf: Yant Kaiy

Tonah amat terpukul ketika suaminya benar-benar pulang kampung. Tak terpikirkan kalau ia akan senekat itu. Tonah ingin sekali mengejarnya, tapi siapa yang akan mengurus dua anaknya. Sebagai perempuan tentu akan kerepotan mengerjakan segala sesuatu di rumah tanpa bantuan suami. Apalagi tanpa pembantu rumah tangga.

Suaminya bukan tak sayang pada dirinya. Ia tipe lelaki setia dan penyabar. Permasalahannya hanya sepele, Tonah tak mau diajak bermesraan. Bukan hanya sekali Tonah menolak ajakan berhubungan badan. Alasannya capek, badan lagi pegal, dan semacamnya. Tapi anehnya, kalau pergi arisan dia bersemangat. Berdandan cantik. Pakai parfum terbaik. Giliran tidur dengan suaminya dia tak merias diri. Padahal Tonah bukan orang tidak terpelajar. Dia alumni pondok pesantren terkemuka. Dia tahu tentang pahala menyenangkan suami. Dia hanya bisa membaca Al-Qur’an dan kitab kuning. Tapi dia tidak mengaji ilmu yang terkandung didalamnya.

Sembilan hari kemudian, Tonah mendapat surat dari Pengadilan Agama. Isinya sidang pertama perceraian. Perempuan berparas tidak terlalu cantik itu menangis, tapi tidak mengeluarkan air mata.

Pasongsongan, 6 Maret 2020



LihatTutupKomentar