Pasongsongan Berdzikir Bersama Sayyid Muhammad Fadhil Al-Jailani
Tokoh Kyai sepuh Pasongsongan, K. Ahmad Hannan Pengasuh Pondok Nurul Kulub Belukotan Lebak Pasongsongan, Selasa 10 Maret 2020 tepat pukul 19.30 WIB mengadakan suatu pertemuan silaturrahim bersama para tokoh masyarakat, Kyai, guru ngaji, nelayan, dan para aktifis. Serta ikut hadir Kepala Desa Pasongsongan. Pertemuan dalam rangka suatu acara persiapan Dzikir Akbar dan Istighosah untuk mengingat dan mengenang para auliya dan para buju' yang ada di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.Dalam acara pertemuan diawali tawassul dan pembacaan Alfatihah yang langsung dipimpin K.Ahmad Hannan sendiri, dilanjut dengan pembacaan tahlil sekaligus acara musyawarah tentang persiapan Pengajian dan Dzikir Akbar/Istighosah. Dalam musyawarah awal ada beberapa agenda yang dibicarakan antara lain : Pemilihan ketua panitia, Tempat pelaksanaan, dan dana (keuangan).
Dari hasil rapat dan musyawarah menghasilkan beberapa keputusan yang telah disepakati oleh seluruh peserta rapat dengan sebuah keputusan :
1. Ketua panitia
Ketua umum : K. Ahmad Hannan
Ketua 1. : Ahmad Fajar Shidiq
Ketua 2. : Edy Sukarto
Sekretaris. : Abu Talib
Wakil Sek. : Salehodin Khoir
Bendahara : H. Busri
Koord dana : H. Hosen
Koord Pubdekdok : Ahmad Kusairi, Akhmad jasimul Ahyak, Abd Kadir
2. Tempat pelaksanaan
Dari hasil beberapa pertimbangan dan dari hasil keputusan bahwa tempat pelaksanaan di PPI pelabuhan Pasongsongan.
3. Dana
Setelah dihitung dan dikalkulasi dari beberapa anggaran, mulai dari transpot Prof. DR. Sayyid Muhammad Fadil Al- jailani yang merupakan cicit ke 25 syek Abdul Qodir Al-jailani dari Istambul Turki dan juga anggaran-anggaran lainnya. Sehingga setelah di total semuanya akan membutuhkan dana sebesar 100 juta dan juga dari hasil keputusan urun rembuk dari semua nelayan maka sepakat semua pemilik perahu diwajibkan untuk nyumbang per perahu 500 ribu, ada yang sanggup nyumbang 1 juta. Alhamdulillah ada tiga orang yang sudah memberikan sumbangan dana awal semuanya berjumlah 12 juta.
4. Tanggal pelaksanaan tepat pada tanggal 20 Sya'ban
Kepada apoymadura, K. Ahmad Hannan menjelaskan, nasib guru ngaji yang ada di Tanah Air selama ini masih dipandang sebelah mata.
“Mereka dinilai sebagai pengejar pahala, sehingga tidak perlu diperhatikan kebutuhan materinya. Kita sepakat bahwa ditangan para guru ngaji inilah masa depan anak didik kita, maka mereka semua harus diperjuangkan bersama,” tegas K. Ahmad Hannan.
Penulis: Akhmad Jasimul Ahyak
Editor: Yant Kaiy
