Benci Tersembunyi
Pentigraf: Yant Kaiy
Bila tubuh gatal maka ada hasrat untuk menggaruknya. Ketika
kesewenang-wenangan menjajah hati ini, terlintas benci mengalir di relung jiwa.
Memang tidak sampai memberangus kesabaran. Tapi cukup rasanya mengusik kedamaian
yang sudah ada sebelumnya.
Semula aku biarkan Tonah berghibah tentangku. Namun ketika
ghibah berganti fitnah itu lain maknanya. Aku berontak dan menegurnya dengan
halus. Tapi itu tak membuatnya jera. Satu, dua, tiga kali aku melabraknya. Ia
tetap tidak mengakuinya, kalau ia telah memfitnahku.
Jalan satu-satunya aku putuskan cintanya. Aku tak mau lagi
bicara padanya. Aku pergi menjauh darinya, untuk selamanya…
Pasongsongan, 10/3/2020
