Benci Tersembunyi

apoymadura.yant-kaiy/artis india ayesha takia

Pentigraf: Yant Kaiy

Bila tubuh gatal maka ada hasrat untuk menggaruknya. Ketika kesewenang-wenangan menjajah hati ini, terlintas benci mengalir di relung jiwa. Memang tidak sampai memberangus kesabaran. Tapi cukup rasanya mengusik kedamaian yang sudah ada sebelumnya.

Semula aku biarkan Tonah berghibah tentangku. Namun ketika ghibah berganti fitnah itu lain maknanya. Aku berontak dan menegurnya dengan halus. Tapi itu tak membuatnya jera. Satu, dua, tiga kali aku melabraknya. Ia tetap tidak mengakuinya, kalau ia telah memfitnahku.

Jalan satu-satunya aku putuskan cintanya. Aku tak mau lagi bicara padanya. Aku pergi menjauh darinya, untuk selamanya…

Pasongsongan, 10/3/2020


LihatTutupKomentar