Pusing Tujuh Belas Keliling
Pentigraf: Yant Kaiy
Dalam beberapa urusan di kantor pemerintah, Debur selalu
kecewa dengan para pejabat di bumi pertiwi ini. Aturan sudah jelas, kalau
pejabat itu sebagai pelayan masyarakat. Tapi ternyata tidak, justru mereka
minta dilayani oleh rakyat. Mereka tak sadar, bahwa baju yang dikenakan itu
adalah uang rakyat. Keringat rakyat. Mereka juga makan, pakai sepatu, naik
mobil dinas dari pajak yang dibayar rakyat.
Lantas mereka menindas, mempersulit, mengakali satu urusan
menjadi lama. Waduh… Memang hanya mereka yang sibuk. Rakyat jadi sangat
terganggu dalam bekerja. Kalau Debur mengaji, andai mereka mempermudah urusan,
rakyat akan lancar bekerja. Mereka juga akan bayar segala pungutan resmi sesuai
harapan yang diundang-undangkan. Yang membuat rakyat “bandel”, ya pejabat itu
sendiri.
Aneh. Debur jadi pusing kalau memikirkan itu semua. Pejabat
di tanah air umumnya akan mempermudah kalau ada angpau. “Hehehe… Tapi tidak
semuanya, lho,” senyum Debur kecut demi menatap hari esok yang belum pasti.
Pasongsongan, 10/3/2020
