Pusing Tujuh Belas Keliling

apoymadura.yant-kaiy/artis india salman khan

Pentigraf: Yant Kaiy

Dalam beberapa urusan di kantor pemerintah, Debur selalu kecewa dengan para pejabat di bumi pertiwi ini. Aturan sudah jelas, kalau pejabat itu sebagai pelayan masyarakat. Tapi ternyata tidak, justru mereka minta dilayani oleh rakyat. Mereka tak sadar, bahwa baju yang dikenakan itu adalah uang rakyat. Keringat rakyat. Mereka juga makan, pakai sepatu, naik mobil dinas dari pajak yang dibayar rakyat.

Lantas mereka menindas, mempersulit, mengakali satu urusan menjadi lama. Waduh… Memang hanya mereka yang sibuk. Rakyat jadi sangat terganggu dalam bekerja. Kalau Debur mengaji, andai mereka mempermudah urusan, rakyat akan lancar bekerja. Mereka juga akan bayar segala pungutan resmi sesuai harapan yang diundang-undangkan. Yang membuat rakyat “bandel”, ya pejabat itu sendiri.

Aneh. Debur jadi pusing kalau memikirkan itu semua. Pejabat di tanah air umumnya akan mempermudah kalau ada angpau. “Hehehe… Tapi tidak semuanya, lho,” senyum Debur kecut demi menatap hari esok yang belum pasti.

Pasongsongan, 10/3/2020


LihatTutupKomentar