Malaikat Kecil


Pentigraf: Yant Kaiy

Sang buah hati kembali ke pangkuan Ilahi. Selama tiga tahun Tonah merawatnya. Ia memberi nama Tini. Tonah sendiri tak mengerti penyakitnya apa. Demam tinggi disertai kejang mengharuskan Tonah membawanya ke Puskesmas. Tapi malang, dalam perjalanan Tini menghembuskan napas terakhirnya.

Derai air mata membanjir diantara kenangan indah yang terasa begitu sebentar. Suami Tonah menyarankan kepada keluarganya untuk tidak meratapinya terlalu dalam, apalagi sampai meraung-raung. Itu satu isyarat jika keluarga ditinggalkan tidak rela takdir-Nya.

Bersama keluarga kecilnya, Tonah mengikhlaskan kepergiannya. Selamat jalan, Tiniku sayang! Kami akan menyusulmu…

Pasongsongan, 17/3/2020


LihatTutupKomentar