Konflik Penyesuaian Menjadi Keterbiasaan


Opini: Akhmad Jasimul Ahyak

Kalau kita bicara tentang virus corona yang sudah menyebar seantero dunia baik lewat angin, media sosial, ataupun lewat dari pembicaraan mulut ke mulut bahwa virus tersebut sudah banyak menelan korban tidak memandang suku atau agama bukan hanya itu, tapi sudah mengubah tatanan kehidupan beragama di dunia dari berjabat tangan, interaksi antar manusia, dan juga pengurungan semua orang baik tidak memandang anak-anak ataupun orang tua.

Ada beberapa banyak pengaruh virus corona terhadap semua agama baik itu agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Katolik. Umat Islam sekarang merasa bingung dan bimbang atas munculnya virus corona lebih-lebih pada orang yang tipis imannya. Kini kebiasaan mulai di budayakan yang biasanya silaturahim, bersalaman, pengurungan anak didik untuk mencari ilmu, aktivitas untuk mencari nafkah kini juga terkurung, apalagi dalam melaksanakan sholat berjemaah shaf pun kini diatur jaraknya jangan terlalu dekat padahal itu mengundang penyakit, justru syetan akan masuk di sela-sela shaf itu.

Dalam menyikapi hal ini banyak pertentangan di kalangan umat Islam. Untuk melakukan ibadah aturan yang sudah baku kini menjadi aturan milik corona. Sempat muncul kekhawatran di kalangan banyak orang bahwa dengan adanya praktik aturan tersebut malah penyebaran virus makin menjadi karena rasa keimanan sudah tertumpang-tindih dengan aturan virus corona tersebut. Dan yang menjadi permasalahan serta pertanyaan, apakah Penyesuaian Akan Menjadi Keterbiasaan dilakukan oleh umat Islam selamanya.


LihatTutupKomentar