Konflik Penyesuaian Menjadi Keterbiasaan
Kalau kita bicara tentang virus corona yang
sudah menyebar seantero dunia baik lewat angin, media sosial, ataupun lewat
dari pembicaraan mulut ke mulut bahwa virus tersebut sudah banyak menelan korban
tidak memandang suku atau agama bukan hanya itu, tapi sudah mengubah tatanan
kehidupan beragama di dunia dari berjabat tangan, interaksi antar manusia, dan
juga pengurungan semua orang baik tidak memandang anak-anak ataupun orang tua.
Ada beberapa banyak pengaruh virus
corona terhadap semua agama baik itu agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Katolik.
Umat Islam sekarang merasa bingung dan bimbang atas munculnya virus corona lebih-lebih
pada orang yang tipis imannya. Kini kebiasaan mulai di budayakan yang biasanya silaturahim,
bersalaman, pengurungan anak didik untuk mencari ilmu, aktivitas untuk mencari
nafkah kini juga terkurung, apalagi dalam melaksanakan sholat berjemaah shaf
pun kini diatur jaraknya jangan terlalu dekat padahal itu mengundang penyakit,
justru syetan akan masuk di sela-sela shaf itu.
Dalam menyikapi hal ini banyak
pertentangan di kalangan umat Islam. Untuk melakukan ibadah aturan yang sudah baku
kini menjadi aturan milik corona. Sempat muncul kekhawatran di kalangan banyak
orang bahwa dengan adanya praktik aturan tersebut malah penyebaran virus makin
menjadi karena rasa keimanan sudah tertumpang-tindih dengan aturan virus corona
tersebut. Dan yang menjadi permasalahan serta pertanyaan, apakah Penyesuaian Akan Menjadi Keterbiasaan
dilakukan oleh umat Islam selamanya.

