Jeritan Lirih itu…

apoymadura+yant+kaiy/artis india  kratika sengar

Pentigraf: Yant Kaiy

Tergambar jelas detik-detik akhir dari hempasan tubuhku. Tonah mengerang diantara desah napasnya. Ia menggelinjang tak ubahnya cacing kepanasan. Ia seperti lupa diri menahan birahi menggelegak di sekujur tubuhnya. Aku pun terkulai tak bisa apa-apa.

Hubungan badan yang kami lakukan didasari rasa suka sama suka. Tidak lebih. Tak ada niat melanjutkannya ke pelaminan. Walau aku telah berulangkali membauinya setiapkali kami melaksanakan pertunjukan di berbagai kota. Tak ada ikrar cinta diantara kami. Sebab kami sudah punya kekasih.

Ketika Tonah melangsungkan perkawinan, aku diundangnya. Entah kenapa, hati ini terasa sakit menyaksikan dia duduk bersama dengan seorang pengusaha. Padahal pikiranku tak mencintainya, tapi hati terluka. Selalu jeritan lirih itu terngiang…

Pasongsongan, 2/3/2020



LihatTutupKomentar