Dendam tak Berduri

apoymadura+yant+kaiy/artis india shruti haasan

Pentigraf: Yant Kaiy

Aku membencinya bukan karena sudah lupa diri. Aku membencinya lantaran Debur sangat keterlaluan. Dia memfitnahku.  Dia mengatakan pada teman-temannya kalau aku telah dinodainya. Ini sangat menyakitkan. Aku disudutkan dari pergaulan. Harga diriku seolah tidak ada lagi di mata para sahabat di kampus.

Ketika mereka bertanya, aku jawab bahwa itu fitnah semata. Terserah mereka percaya atau tidak. Tapi aku bersyukur putus dengannya, lantaran dia petualang cinta. Debur suka menghambur-hamburkan duit kiriman dari orang tuanya dengan sering ke kafe. Setiap malam keluyuran. Padahal dia mahasiswa.

Dalam dada ada dendam, tapi itu selalu kulampiaskan pada hal-hal positif. Misalnya aku menuangkannya lewat puisi. Aku tumpahkan semuanya. Lalu karyaku dimuat di koran dan dapat honor. Ketika aku berhasil bisa melupakannya, kini aku mendapat penggantinya. Sedang Debur dikeluarkan dari kampus disebabkan tidak bayar uang semester.

Pasongsongan, 3/3/2020



LihatTutupKomentar