Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Cara Cepat Paham! Latihan Soal Bahasa Madura Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban

Gambar
Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d sesuai jawaban yang paling tepat, dan jawablah dengan singkat Baca pajarna’ pas jawab soalla! Para rabu se padha molja. Parlo ekagali sareng panjennengan sadaja, papanggiyan e are ka’dhinto, badhi jak-ngajak dha’ sadaja barga se badha e RT 7, kaangguy areng-sareng agutong-rojung kadi ponapa kampong se badha e ka’ dhinto berse, nyoppre daddiya kennengngan se sehat. Kong-langkong e bulan dhateng ampon ngadhebbana bulan Agustus. 1. Essena pidato kasebbut iya areya nyaretaagi bab ..... A.  kaberseyan B.  kasehadan C.  ngajak agutong- rojung  D.  tareka bulan Agustus 2 . Papanggiyan se ebadhaagi e RT 7 kadaddiyanna e bulan …. A.  Juli B.  Agustus C.  September  D.  Oktober Baca teks pidhato ebaba reya, pas jawab soalla!  E are samangken badan kaula sadaja akompol kaagguy arayaagi bulan kababarana Rasulullah sabab panika bulan se nyonar lebbi samporna dha...

Eksodus Ekonomi: Ketika Jaring Nelayan Pasongsongan Berganti Etalase Warung Madura

Gambar
Pasongsongan selama ini dikenal sebagai salah satu denyut nadi perikanan di Kabupaten Sumenep, karena hasil tangkap ikan melimpah.  Tapi, jika Anda berkunjung kesana hari ini, ada sebuah pergeseran narasi yang tenang namun nyata.  Laut tak lagi jadi satu-satunya tumpuan harapan.  Kini, perhatian warga mulai beralih ke daratan, tepatnya pada deretan rak sembako dan bensin eceran yang kita kenal sebagai Warung Madura. Fenomena ini bukan sekadar tren musiman, melainkan sebuah strategi bertahan hidup yang lahir dari himpitan ekonomi. Pahitnya Gelombang, Manisnya Ritel Alasan di balik migrasi profesi ini sangat klasik: isi dapur.  Hasil tangkap ikan kian tidak menentu, ditambah biaya operasional melaut yang membengkak, membuat pendapatan nelayan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja harian.  Melaut kini jadi perjudian nasib; terkadang membawa pulang ikan, lebih sering membawa pulang lelah dan hutang solar. Dalam kondisi ini, Warung Madura muncul seb...

KPK Periksa Haji Her: Kriminalisasi atau Persaingan Bisnis Tembakau?

Gambar
Pemanggilan pengusaha tembakau asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pusaran kasus korupsi cukai rokok di Direktorat Bea Cukai mengundang tanda tanya besar.  Di balik penegakan hukum yang tampak normatif, publik menangkap aroma persaingan bisnis yang tidak sehat dan upaya sistematis untuk memberangus potensi pengusaha pribumi yang tengah naik daun. Melawan Hegemoni Harga Selama berpuluh-puluh tahun, industri tembakau di Madura didominasi oleh pabrikan rokok raksasa yang gudangnya berdiri di Madura.  Sudah bukan rahasia lagi jika raksasa-raksasa ini kerap dituding "memainkan" harga tembakau sesuka hati, membuat petani lokal berada dalam posisi tawar yang rendah. Tapi, peta kekuatan itu berubah. Haji Her muncul sebagai simbol perlawanan ekonomi.  Dengan keberanian membeli tembakau rajang petani dengan harga yang sangat kompetitif—bahkan jauh di atas harga pasar pabrikan besar—ia berhasil memutus rantai ketergantungan petani....

Membaca "Keganjilan" di Balik Pemeriksaan KPK: Antara Penegakan Hukum dan Ancaman Ekonomi Rakyat Madura

Gambar
Penegakan hukum sejatinya adalah instrumen untuk menciptakan keadilan.  Tapi, ketika langkah hukum mulai menyentuh simpul-simpul ekonomi kerakyatan yang sedang bertumbuh, wajar jika muncul riak kecurigaan di tengah masyarakat.  Pemanggilan sejumlah pengusaha tembakau asal Madura, termasuk Khairul Umam alias Haji Her, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea Cukai, kini jadi sorotan tajam. Pembelaan Moral untuk Sang Penopang Petani Bagi masyarakat luar, Haji Her mungkin hanyalah satu dari sekian saksi dalam sebuah kasus hukum.  Tapi bagi masyarakat Madura, sosok seperti dia dan pengusaha tembakau lokal lainnya adalah "katup penyelamat" ekonomi.  Keberanian mereka membeli hasil panen tembakau dengan harga tinggi telah secara nyata mengangkat derajat hidup para petani yang selama ini kerap terhimpit permainan harga pasar. Kesejahteraan yang dirasakan petani tembakau saat ini bukanlah hadiah dari kebijakan pemerinta...

Sentimen "Teror" Regulasi: Dari Warung hingga Tembakau

Gambar
Di balik proses hukum yang sedang berjalan, muncul narasi kegelisahan yang kuat di tengah masyarakat Madura.  Ada persepsi kolektif bahwa pemanggilan para pengusaha tembakau oleh KPK bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rentetan "teror" regulasi yang menyudutkan etos ekonomi warga Madura. Kecurigaan ini bukan tanpa alasan. Sebelum kasus cukai ini mencuat, publik lebih dulu dihebohkan dengan wacana pembatasan jam operasional Warung Madura.  Usaha mikro yang jadi penyelamat ekonomi perantau dan tersebar di seluruh penjuru negeri itu sempat akan "dijinakkan" lewat aturan jam buka.  Bagi masyarakat, ini adalah pola yang terbaca: ketika ekonomi rakyat bawah mulai mandiri dan kuat, regulasi hadir bukan untuk memfasilitasi, melainkan membatasi. Pola Penyerangan Ekonomi Rakyat? Sentimen yang berkembang di akar rumput melihat adanya ketimpangan perlakuan. Masyarakat bertanya-tanya: Mengapa sektor yang mandiri justru ditekan? Warung Madura dan indust...

Dilema Cukai dan "Pahlawan" Ekonomi: Menakar Kasus Pengusaha Rokok Madura di KPK

Gambar
Dunia industri tembakau di Madura baru-baru ini dikejutkan adanya pemanggilan sejumlah pengusaha lokal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Salah satu nama yang mencuat adalah Khairul Umam, atau yang akrab disapa Haji Her, yang diperiksa pada 9 April 2026 terkait dugaan korupsi pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kasus ini memicu perdebatan hangat, terutama setelah advokat terkemuka Jawa Timur Sulaisi Abdurrazaq menyuarakan pembelaan melalui media sosial, menyoroti peran vital para pengusaha ini bagi kesejahteraan petani tembakau di Pulau Garam, Madura.  Antara Penegakan Hukum dan Realitas Lapangan Bagi KPK, pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya "bersih-bersih" di sektor penerimaan negara.  Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan negara terbesar, dan segala bentuk manipulasi atau gratifikasi dalam pengurusannya tentu merugikan keuangan publik.  Secara normatif, tidak ada subjek hukum yang kebal terhadap pemeriksaan jik...

Menjaga Generasi di Dua Dunia: Catatan dari KKG Gugus 2 Pasongsongan

Gambar
Pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten yang digelar di SDN Panaongan 4 terasa berbeda dari biasanya. Kamis (9/4/2026).  Jika biasanya ruang kelas dipenuhi diskusi tentang administrasi kurikulum, kali ini atmosfernya lebih progresif.  Fokusnya tajam, memperkuat pertahanan guru dan siswa di tengah gempuran teknologi modern. Tema yang diangkat pun sangat relevan dengan realitas hari ini, yakni "Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Digital Parenting." Transformasi Ancaman di Era Digital Workshop yang dipandu Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, membuka mata banyak pihak.  Dalam pemaparannya yang lugas, ia mengingatkan bahwa dinding sekolah kini tidak lagi cukup untuk melindungi siswa.  Ancaman nyata kini merambah ke ruang-ruang digital lewat cyberbullying hingga penyebaran konten pribadi tanpa izin. "Anak-anak hidup di dua dunia: nyata dan digital. Guru wajib memahami keduanya agar bisa memberikan perlindungan dan bim...

Menghidupkan Mesin Organisasi: Catatan dari Lokakarya MWC NU Pasongsongan

Gambar
Penulis (kiri) bersama pengurus MWC NU Pasongsongan.  Menghadiri Lokakarya Perencanaan Program MWC NU Pasongsongan untuk masa khidmat 2026-2031 memberikan perspektif baru bagi saya. Rabu (8/4) 2026). Bertempat di Gedung KH Wahab Hasbullah, Jalan Ki Abubakar Sidik, Desa Panaongan, suasana diskusi terasa begitu hidup.  Seluruh pengurus berkumpul, membawa semangat dan ide-ide segar demi kemajuan organisasi selama lima tahun ke depan. Tapi, ada satu realita menarik yang muncul ke permukaan saat kami mulai menyerap berbagai aspirasi program.  Sebagus apa pun ide yang dilempar ke meja diskusi, semuanya bermuara pada satu titik krusial: kemandirian finansial. Filosofi Sopir, Kendaraan, dan Bensin Dalam diskusi tersebut, muncul sebuah perumpamaan sederhana namun sangat menohok.  Mari kita ibaratkan organisasi ini seperti sebuah perjalanan: • Sopir adalah kita semua, para pengurus NU . • Kendaraan adalah wadah organisasi MWC NU itu sendiri. • Bensin adalah dana atau anggaran....