MBG, Makan Berani Setelah Giliran Teman Duluan
Berita baik pekan ini bersama kotak makan bernama MBG.
Ia tiba di sekolah-sekolah Kecamatan Pasongsongan Sumenep dengan wajah rapi dan janji gizi.
Tapi, tidak semua siswa menyambutnya dengan senyum.
Sebagian justru menatapnya curiga, teringat pesan orang tua di rumah: jangan dimakan dulu, takut keracunan.
MBG pun mendadak berubah dari menu makan siang jadi bahan uji nyali.
Di kelas, drama kecil pun terjadi. Ada siswa yang memilih menunggu, menahan lapar sambil mengamati.
Temannya membuka kotak lebih dulu, lalu makan dengan tenang.
Lima menit berlalu. Sepuluh menit berlalu. Tak ada pingsan, tak ada teriakan, apalagi sirene. Hanya sendawa kecil dan wajah kenyang.
Baru setelah itu, rasa takut berubah jadi rasa lapar. MBG akhirnya disantap, tanpa upacara.
Kisah ini sederhana. Di negeri ini, makanan sering harus lulus “uji teman sebangku”.
Kepercayaan publik, rupanya, masih perlu bumbu utama: contoh nyata, bukan sekadar sosialisasi. [kay]

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung. Terima kasih.