Imsak Hari Ini: Antara Garis Finis Makan dan "Lampu Kuning" Spiritual

imsak hari ini luar biasa, masyarakat telah mempersiapkan segalanya demi imsak

Pernahkah Anda sedang asyik menyantap sisa nasi campur saat sahur, tiba-tiba suara dari pengeras suara masjid meneriakkan, "Imsaaaaak!"? 

Seketika itu juga, suasana meja makan berubah jadi adegan film aksi: air mineral diteguk secepat kilat dan mulut dipaksa mengunyah lebih cepat dari mesin.

Tapi, di balik kepanikan itu, muncul pertanyaan mendasar: Apa sih sebenarnya imsak itu? 

Dan kalau dipikir-pikir, kenapa kita harus puasa disiang hari yang terik? Kenapa tidak malam saja saat kita bisa melewatinya dengan tidur?

Imsak: Bukan "Stop", Tapi "Hati-hati"

Secara bahasa, imsak berarti menahan. Dalam tradisi di Indonesia, waktu imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh.

Banyak yang salah kaprah menganggap imsak adalah tanda dimulainya puasa. Padahal, secara hukum fikih, batas akhir makan sahur adalah saat terbit fajar shadiq (waktu Subuh). 

Jadi, kalau Anda masih memegang gelas saat imsak berkumandang, Anda sebenarnya masih boleh minum.

Imsak ibarat lampu kuning pada lampu lalu lintas. Ia ada agar kita tidak "terobos merah" saat adzan Subuh berkumandang dengan posisi makanan masih di kerongkongan. 

Ini adalah kearifan lokal yang membantu kita bersiap-siap, membersihkan sela-sela gigi, dan memantapkan niat tanpa terburu-buru. [kay]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan