Ceramah Khurafat Imigran Yaman: Saat Mi’raj Jadi Cerita Harian yang Bikin Publik Tertawa Lucu

imigran bikin ulah di indobesia dengan cerita khurafat

Berbagai ceramah penuh cerita di luar nalar terus diperdengarkan. Datangnya dari para imigran Yaman. Isinya campur aduk antara sejarah dan khurafat.

Katanya ini ajaran lama. Katanya ini warisan leluhur nenek moyangnya. 

Pengakuannya sebagai cucu Nabi. Tujuannya untuk mengelabui masayarakat Indonesia. Supaya bisa memperoleh harta dan tahta, bahkan wanita.

Masyarakat justru mengernyit. Bukan terpikat, malah bosan. Ada yang bilang para leluhur mereka lebih “sakti” dari Rasulullah SAW. 

Nabi Muhammad SAW mi’raj sekali seumur hidup. Sementara satu nenek moyangnya bisa mi’raj puluhan kali sehari. Seperti naik ojek langganan. Hmm

Akal sehat pun minta cuti. Iman diseret ke panggung dongeng. Cerita makin tinggi, logika makin tertinggal. 

Publik tidak lagi takzim, tapi tertawa kecut. Karena dakwah tanpa nalar, akhirnya hanya jadi hiburan kosong. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara