Berbuka dengan Janji, Kenyang dengan Mimpi

magrib hari ini terasa indah berbuka puasa bersama keluarga

​Indahnya berbuka puasa hari ini. Meja makan penuh kehangatan keluarga.

Sementara di luar sana, negara sedang sibuk memanjakan perut rakyat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sungguh mulia. Kita rela menguras tabungan negara demi sepiring nasi yang konon bergizi tinggi, meski harus dibayar dengan keringat masa depan yang mulai menguap. 

Siapa butuh tabungan darurat jika kita punya menu makan siang yang difoto secara estetik?

​Pendidikan? Ah, itu urusan belakangan. Anggaran sekolah memang sengaja dipangkas agar para siswa bisa belajar langsung dari alam. 

Gedung sekolah yang mau roboh itu sebenarnya adalah konsep "ruang kelas terbuka" yang sangat revolusioner. 

Atap bocor hanyalah simulasi hujan alami agar anak bangsa lebih tangguh menghadapi badai kehidupan.

Lagipula, buat apa gedung sekolah kokoh kalau perut sudah kenyang terisi anggaran negara yang kian menipis?

​Indahnya berbuka puasa hari ini.

​Mari kita nikmati takjil ini dengan penuh keprihatinan yang elegan. 

Biarlah plafon sekolah berjatuhan, yang penting porsi karbohidrat dan protein di piring program pemerintah tetap terjaga. 

Masa depan mungkin sedang retak-retak seperti dinding kelas di pelosok, tapi setidaknya hari ini kita tidak lapar.

Selamat berbuka puasa, jangan lupa berdoa agar gedung sekolah tidak roboh sebelum anak-anak sempat mencuci piring makannya. [kay]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dikasih Hati Minta Jantung: Noktah Sejarah Imigran Yaman dan Ulama Nusantara

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna