Kumpulan Puisi “Virus” (20)



Karya: Yant Kaiy

Bawalah Daku

kemana kita akan pergi, tanyamu

sekuat tenaga kita

sekuat kita melangkah, jawabku

 

kita telah berikrar saling setia

jangan lagi ada dusta

menghias rindu tak berpantai.

Pasongsongan, 21/06/92

 

Dusun Ketenteramanku Hidup

kalau manusia dikembalikan keasal-usulnya

maka takkan pernah ada

sebutir kecongkakan di sanubarinya

begitu juga orang yang alergi

hidup di dusun yang damai

 

cukup sudah mereka meninggalkan

tanah kelahirannya hingga beruban

padahal ia ingin tangan mereke menyentuhnya

membelainya, agar indah tercipta.

Pasongsongan, 15/08/92



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Mitos Uang Bernomer 999

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤