Derita Guru Honorer



Pentigraf: Yant Kaiy

Aku tersudut dalam ruang tak bertepi bahagia. Impian menjadi bagian pengabdi bangsa masih belum berbuah manis. Hanya bunga-bunga slogan menaungiku ketika terik menyengat. Apalah daya usia mengerucut tanpa bisa dihentikan lagi. Pasrah pada lembar ijazah non-sarjana.

Ikhlas mencurahkan ilmu kepada putra-putri bangsa walau cemooh berhamburan menghampiriku. Tuhan Maha Tahu akan nasib seorang hamba. Itulah pengobat segala kecewa.

Menyerah kalah adalah sikap hina sebagai seorang pendidik. Karena perbuatan baik dan ikhlas pasti hasilnya sangat terhormat.[]

Pasongsongan, 10/2/2021








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaji Rp300 Ribu di 2026: Potret Nasib Guru Honorer dan Nakes yang Terlupakan Negara

Terobosan Baru: Pusat Therapy Buta Warna Indonesia Beri Harapan Nyata Bagi Penderita Buta Warna

Ijazah Jokowi Tak Kunjung Ditunjukkan, Cinta Rakyat Berubah Jadi Kekecewaan