Pendarahan Ketika Hamil



Artikel Keluarga: Yant Kaiy

Pendarahan acapkali terjadi pada waktu wanita mengandung, tentu beraneka ragam penyebabnya. Ada yang berkaitan dengan kehamilan itu sendiri, ada pula yang tidak.

Suatu saat, seorang wanita hamil akan mengalami pendarahan yang cukup banyak, kendati pun tidak ada peristiwa serius yang dialaminya. Untuk itulah pendarahan sangat memerlukan penanganan tim dokter atau bidan. Dalam hal pendarahan terjadi bersama-sama dengan rasa sakit di perut, Anda harus sangat hati-hati dan waspada serta siaga penuh.

Tentu saja jalan terbaik yaitu segeralah memeriksakannya ke pusat kesehatan setempat. Biasanya, pendarahan terjadi sebelum minggu ke-20 kehamilan. Tentulah penyebabnya tidak sama dengan yang terjadi setelah itu. Setelah diketahui pada bulan keberapa, barulah petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lebih teliti dan cermat untuk memperoleh penanggulangan yang lebih jitu.

Kehamilan sendiri ditandai dengan ketidakdatangan menstruasi Anda. Namun, ada kalanya pada bulan berikutnya Anda masih mengelurkan sedikit darah berwarna kecokelatan. Dalam kondisi seperti ini, Anda jangan merasa panik. Masalahnya, darah itu kemungkinan berasal dari sisa-sisa haid bulan lalu yang masih belum keluar secara total. Atau, dapat juga karena produksi hormon kehamilan belum cukup, walaupun telah ada sel telur yang dibuahi dan telah tertanam di rahim Anda.

Penyebab yang sering terjadi pada bulan pertama sampai ketiga, yakni janin tidak berkembang secara sempurna. Kondisi semacam ini, sebenarnya merupakan seleksi alam. Sedangkan hasil yang tidak sempurna dalam pembuahan akan keluar sendirinya dari dalam tubuh.

Keguguran merupakan suatu istilah yang layak dipakai untuk keluarnya hasil pembuahan pada minggu-minggu awal hingga minggu ke-20. Umumnya kaum wanita tidak menyadarinya dan menganggapnya sebagai menstruasi terlambat.

Pada umumnya pendarahan yang disertai dengan rasa sakit di perut pada masa setelah minggu ke-20 akan sering menyebabkan kelahiran dini atau prematur. Penyebabnya antara lain, adanya kelainan bentuk rahim atau dapat juga karena adanya suatu daging tumbuh di dalam rahim. Atau, bisa jadi karena mulut rahim tidak tertutup sempurna (lemah) sehingga mudah sekali terbuka.

Salah satu yang menjadi penyebab timbulnya suatu pendarahan ialah plasenta previa, yaitu sebagian besar atau keseluruhan plasenta (ari-ari) terletak di atas mulut rahim. Sedangkan pendarahan dapat juga dikarenakan oleh terlepasnya ari-ari dari tempatnya. Apabila bagian yang terlepas hanya sedikit, biasanya tidak berakibat fatal, serta keselamatan janin umumnya tidak akan terancam kematian.

Untuk itulah seharusnya kaum wanita mengetahui, bahwa kadang-kadang penyebab pendarahan tidak ada hubungannya dengan kehamilan itu sendiri. Dalam situasi dan kondisi semacam ini tidak perlu panik, lantaran tim dokter atau bidan akan lebih cermat melakukan pemeriksaan dan mengobservasi. Sebab, banyak kemungkinan bisa terjadinya perkembangan yang mengarah ke suatu kegawatan. Dan mungkin pula kalau tidak tertolong akan mengakibatkan suatu kematian, baik pada diri ibu maupun pada bayinya.[]

 

Diolah dari berbagai sumber

Publish: Tabloid Mutiara (Minggu-V/10/1991)

LihatTutupKomentar