Program Kartu Prakerja Kurang Bermanfaat
| Get Google |
Opini: Yant Kaiy
Perhatian pemerintah pusat akan masa pandemi virus corona
(Covid-19) telah melahirkan sebuah ide besar akan kesejahteraan rakyat di
seluruh tanah air. Salah satunya pemerintah akan meluncurkan program Kartu Prakerja.
Kartu Prakerja ini akan menganggarkan dana sebesar Rp 20 triliun. Sungguh fantastis.
Yang Rp 5,6 triliun akan dikhususkan bagi pelatihan daring.
Menurut beberapa kalangan menerangkan kalau program itu
berpotensi diselewengkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal ini justru yang
dirugikan adalah seluruh rakyat Indonesia.
Sejatinya anggaran sebesar itu bisa mengurangi angka
kemiskinan akibat pandemi virus corona. Realitanya beragam bantuan justru
membuat rakyat terninabobokan. Dan kebijakan ini tidak populis, cenderung
berbau pencitraan. Lebih ironis lagi, ada beberapa pihak yang justru menikmati
keuntungan dari uang negara itu.
Sesungguhnya dari dulu rakyat sangat membutuhkan lapangan
kerja yang bisa mengakomodir tenaga kerja produktif. Semestinya pemerintah
tidak menutup mata dengan banyaknya warga masyarakat yang bekerja di luar
negeri. Toh, pemerintah sesungguhnya bisa menyiapkan lapangan pekerjaan dari
anggaran untuk Kartu Prakerja.[]
Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com
