Kidung Pilu Petani Tembakau
![]() |
| Mulyadi Ampos Mania (kiri) dan Muhammad Nazi (kanan). |
SUMENEP,
apoymadura.com - Penanaman bibit tembakau di beberapa lokasi potensial di
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep bulan ini sudah mulai dilakukan.
Sebagai penyedia bibit tembakau, masyarakat memilih jenis tembakau yang sudah
biasa banyak petani tembakau butuhkan.
Para penanam bibit tembakau itu berada di Desa Pasongsongan,
Panaongan, dan Padangdangan Kecamatan Pasongsongan. Mereka tetap bersemangat
walau harga bibit tembakau kurang baik dari tahun ke tahun. Yang penting mereka
menyediakan bibit.
“Laku tidak laku itu soal lain. Kami sekeluarga sebagai
penanam bibit tembakau sudah sejak dulu, tidak pernah absen. Kalau nanti tidak
ada yang beli, kami tanam sendiri,” ujar Muhammad Nazi kepada apoymadura.com di kediamannya Dusun
Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Selasa
(21/4/2020).
Ucapan Muhammad Nazi diamini oleh Mulyadi Ampos Mania, bahwa
umumnya masyarakat di Dusun Sempong Barat selain penanam bibit tembakau, mereka
juga sebagai petani tembakau.
Melihat minat menanam tembakau di kalangan petani sepertinya
kurang bergairah. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh harga tembakau tahun
kemarin kurang bagus. Banyak petani merugi akibat permainan harga dari gudang
pabrikan rokok yang tidak manusiawi.
Kerugian tersebut ditimbulkan dari dana yang dikeluarkan
petani tembakau tidak sedikit. Mulai ongkos kuli untuk membuat bedengan,
membeli pupuk, obat hama, cairan untuk mematikan rumput (herbisida). Bahkan ada
petani tembakau yang membeli air karena hujan tidak turun.
Petani tembakau yang ada di Desa Prancak, Lebeng Timur,
Rajun, Campaka, Soddara, Lebeng Barat yang masuk wilayah Kecamatan Pasongsongan
ketika dijumpai penulis hanya bisa berharap agar pemangku kebijakan di
Kabupaten Sumenep turut memperhatikan persoalan ini. (Yant Kaiy)

