Kades Panaongan Kurang Memperhatikan Lingkungan

Foto Sungai Panaongan diambil dari atas jembatan.

SUMENEP, apoymadura.com – Beberapa warga Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang dijumpai penulis agak keberatan namanya dimuat di media ini. Alasannya macam-macam, mulai ada rasa sungkan bahkan waswas dalam menyampaikan aspirasi.

Ketika apoymadura.com mengatakan kalau sekarang jaman demokrasi, bebas menyampaikan uneg-uneg apa saja kepada pemimpinnya, tapi ia tetap bergeming. Namun akhirnya lelaki paruh baya berinitial ZR ini angkat bicara juga dengan syarat asalkan nama dan fotonya tidak dipublikasikan.

“Kades Panaongan sekarang adalah istri dari mantan Kades Panaongan periode sebelumnya. Saya merasakan tak ada pembangunan cukup baik untuk Desa Panaongan. Sangat memprihatinkan,” cerita ZR di warung depan Puskesmas Pasongsongan yang lokasinya berada di sebelah barat kediaman Kades Panaongan. Sabtu (25/4/2020).

ZR menambahkan, jangankan soal pembangunan, perhatian terhadap Sungai Panaongan yang ada di sebelah timur rumah Kades yang menjadi tempat pembuangan sampah dibiarkan begitu saja. Ini kan lucu.

Ketika penulis melewati jembatan Sungai Panaongan, ternyata cerita ZR benar. Di sungai ini tumpukan sampah cukup banyak juga. Sisi kanan-kiri sungai ditumbuhi semak belukar, hampir menutupi badan sungai. (Yant Kaiy)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Mitos Uang Bernomer 999

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya