Ular Cinta
Pentigraf: Yant Kaiy
Dia ada di mana-mana ketika aku sedang bermimpi. Di kolong
tempat tidur, di bawah bantal, di segala sudut ruang tempat di mana aku
berpijak, di lemari baju, di laci meja, di saku celana kerjaku, di rak buku, bahkan
dia mengejarku sampai ke kamar mandi. Dia hebat, menelikung kebebasanku
sehingga tak bersisa lagi.
Hei, perempuan! Aku tak sanggup mengubah bayangmu. Ya, kau
begitu sulit untuk kubedakan. Kau memang bukan dia. Kau cantik menyita banyak
perhatian kaum Adam. Tampak indah di mata, seindah permata yang kau kenakan.
Tatkala aku tersadar dari dunia mimpi. Kau mendekat. Lebih
dekat lagi. Lalu kau menerkamku sehingga aku hilang rupa dan lenyap rasa.
Pasongsongan, 10/3/2020
