Pencuri Hati

apoymadura.yant-kaiy/artis india pooja hegde

Pentigraf: Yant Kaiy

Pencuri itu telah merampas kebahagiaanku. Aku mengetahuinya tapi tak berani menangkapnya.  Tak ada bukti kongkret yang bisa menjerat  dia. Lalu dia begitu leluasa menjajah kebebasanku. Ia seolah tak peduli kalau orang lain bahagia atas semua pesonanya.

Akhirnya aku mulai jatuh cinta terhadapnya. Aku akui kalau dia seorang lelaki tahan banting, tak menyerah sebelum janur kuning melengkung di depan rumah. Padahal aku sebelumnya mengincar seseorang yang menurutku akan mendatangkan kesejukan. Tapi yang aku dambakan jauh panggang dari api.

Sebagai perempuan aku tak bisa mengambil jalan pintas, lantaran banyak tikungan norma agar kebebasan tidak kebablasan. Manusia punya akal, beda dengan binatang yang bebas-lepas tanpa sedikit rasa malu. Walau dia merdeka didalam mencintaiku, namun dia tidak bisa memporak-porandakan segala yang aku miliki.

Pasongsongan, 9/3/2020



LihatTutupKomentar