Senyum Senja
Pentigraf: Yant Kaiy
Bila senja mulai merekah, aku teringat akan senyumnya. Tapi
senyum itu kini sudah bukan milikku lagi. Ia sudah ada di pelukan pria lain.
Tapi aku bersyukur walau tidak mendapatkannya, lantaran cintaku sudah berlabuh
di hati Tonah. Kau adalah kenangan, sedangkan Tonah adalah kenyataan buat masa
depanku.
Ketika suaminya telah kembali ke pangkuan Ilahi, aku tak
lagi menemukan senyumnya diantara gemuruh ombak. Sosokmu seolah lenyap ditelan
alam. Gombal. Tiba-tiba aku peduli padanya. Kaukah istriku? Tak ada jawab pada
angin laut yang berhembus lembut.
Kulepaskan tanya seperti anak panah menghalau kilau senja.
Kau tetap berdiri mematung. Lalu kubentangkan tangan, kau berlari menabrak
tubuhku. Aku terpental dan jatuh ke lantai. Bruuk… Tonah berlari dari arah
dapur membantuku bangkit. Bukan kau…
Pasongsongan, 3/3/2020
