Rindu Anak


Pentigraf: Yant Kaiy

Tangisku meledak seketika demi melihat anakku terbaring lemas di ruang rumah sakit. Aku tak peduli dengan siapa pun. Jarum infus menancap di lengannya. Wajahnya terlihat pucat. Matanya lemah berkedip menahan sakit. Aku berlari memeluknya. Wajah panasnya terasa di pipiku. Mama Tonah... Kau mamaku…

Aku memang sudah tak punya cinta sedikit pun pada mantan suamiku. Sejak keputusan pengadilan, hak asuh anak ada pada dia. Kami sudah sama-sama menikah. Aku sudah punya anak lagi. Sedangkan dia belum.

Debur, mantan suamiku meminta kepadaku untuk sering membesuknya. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi lantaran rindu membanjir di dada.

Pasongsongan, 17/3/2020


LihatTutupKomentar