Potong Rambut
Pentigraf: Yant Kaiy
Berperawakan kurus dengan usia lebih dari enam puluh
tahunan, ia menekuni pekerjaan sebagai tukang cukur rambut di pasar desa. Dari
masih belum kawin hingga kini pekerjaannya tak berubah, meski kelima
putra-putrinya sudah punya jabatan strategis dan berpenghasilan lebih dari
cukup.
Pulang dari kerja ia membawa potongan rambut beserta sampah
logam untuk diletakkan di kebun pisangnya. Sedangkan istrinya membantu menjual
buah pisang di pasar. Dari hasil mencukur rambut ditambah hasil pisang mereka
bisa menyekolahkan anak-anaknya.
Pernah suatu ketika anak sulungnya menyarankan ayahnya untuk
berhenti bekerja. Tapi apa jawabnya: “Anakku, ayah bekerja ikhlas karena Allah,
dan pekerjaan apa pun sama di mata Allah, kecuali pekerjaan yang dilarang
agama.”
Pasongsongan, 19/3/2020

