Merdeka dalam Bui
Pentigraf: Yant Kaiy
Terbentang jalan luas bagiku ketika kebebesan yang dia
berikan untuk menapaki hari-hari. Aktivitas meleburkan kesumpekan lantaran
hidup kadang mesti bebas. Suamiku menyadari kalau usiaku terpaut jauh
dengannya. Dia juga mendorong melakukan apa saja yang bisa membuatku senang,
bermanfaat bagi diri dan keluarga.
Tapi aku mulai jatuh cinta pada Debur. Dia teman kerjaku di
salah satu pabrik roti. Semula aku selalu membatasi diri. Namun akhirnya jebol
juga imanku ketika ia mengecup bibirku penuh gairah. Desah napasku tersengal
tatkala tubuhnya menindihku. O… yah…
Aku merasa berdosa telah mengkhianati kepercayaannya.
Sungguh. Tapi aku selalu mengulanginya. Kemarau cintaku kini tak gersang lagi.
Pasongsongan, 14/3/2020
