Merantau


Pentigraf: Yant Kaiy
Aku jauh mengembara meninggalkan orang-orang tercinta demi cita-cita mulia. Cita-cita mau menyekolahkan kedua adikku yang semua laki-laki. Aku jadi pembantu rumah tangga di Timur Tengah. Kedua orang tuaku bekerja jadi petani yang hasilnya hanya cukup untuk makan saja. Tidak lebih. Sedangkan masa kini kami harus belanja pulsa, token, LPG untuk dapur, bensin sepeda motor, dan lain-lain. Berbeda dengan jaman dulu yang pakai kayu bakar untuk memasak di dapur.

Kedua adikku harus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Tidak boleh berhenti seperti aku yang hanya sampai SMA. Sedangkan kedua orang tua hanya bisa mewariskan sebidang sawah dan rumah yang sudah saatnya diperbaiki.

Aku harus mengambil langkah agar nasib tidak terus menggilasku. Kebutuhan akan pendidikan adalah nomer satu bagiku. Orang yang cerdas akan mampu mengatasi hidupnya, itulah prinsip yang aku pegang.

Pasongsongan, 21/3/2020


LihatTutupKomentar