Kidung Hujan Kecil



Pentigraf: Yant Kaiy

Hujan kecil itu merampas segala kebahagiaannya. Semestinya Tonah sudah bisa melampaui impiannya yang terkulkaskan pada waswas. Selama berbulan-bulan ia menabung hasil jerih payahnya. Namun hujan kecil menambah pekerjaan lagi buatnya.

Tonah harus merelakan perhiasannya terjual begitu saja karena tak mungkin lagi disimpannya. Atap rumah warisan orang tuanya bocor. Ia harus memperbaiki karena kedua anaknya tak bisa sembunyi dari air hujan itu.

Sejak kepergian suaminya, Tonah membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Roda hidup harus tetap berjalan menapaki hujan dan angin. Seiring pertumbuhan kedua buah hatinya. Demi masa depannya.

Pasongsongan, 17/3/2020


LihatTutupKomentar