Kau adalah Aku
Pentigraf: Yant Kaiy
Separuh hidupku telah kuberikan padanya. Bahkan aku lebih
sering mengalah dalam banyak hal untuk menyenangkan hatinya. Memang aku tak
mengaharapkan balas budi darinya. Niatku tulus. Namun kenyataan yang kuterima
satu penghinaan. Memutarbalikkan fakta. Ini yang membuat batinku sakit.
Dia kekasihku. Selalu mengisi hari-hariku penuh kemesraan.
Dia sebagai penyemangat karierku. Tapi dia juga menjadi racun dalam aliran
darahku. Sifatnya suka foya-foya. Silau akan gemerlap dunia fana ini. Lebih
tragis, keluarganya sendiri tak menyukai sikapnya.
Aku gembira putus dengannya. Bagaimana mungkin akan hidup
bahagia dalam membina mahligai rumah tangga, sementara ia tak mau mengerti
orang lain.
Pasongsongan, 20/3/2020

