Ibu yang Hilang
Pentigraf: Yant Kaiy
Seingatku, Tante Tonah yang membesarkan dan merawatku hingga
tumbuh dewasa. Tante Tonah adalah sepupu Ibu. Aku tidak tahu sosok Ibu
sebenarnya. Tidak ada yang mengkhawatirkannya. Hanya lewat foto, kalau Ibu
begitu cantik dengan senyum mempesona. Bahkan sampai aku menikah dengan gadis
seberang, Ibu tak hadir di pesta bahagiaku. Sungguh malang nasibku.
Masa kecilku teramat kelam, berderai cemooh. Mereka
mengatakan kalau aku anak jadah. Aku tak mengerti apa itu jadah. Yang kutahu,
aku tak punya Ibu dan Ayah. Menurut cerita Tante Tonah, Ibu merantau kerja ikut
orang. Jadi penghibur. Sedang ayahku sesungguhnya tidak diketahui yang mana.
Kini aku sudah dikaruniai dua putri cantik. Tatkala senja
menua, Ibu datang dalam keadaan sakit parah. Beliau tak bisa bergerak leluasa.
Bicara pun sulit baginya. Dari sudut matanya mengalir air bening. Aku terharu.
Aku memeluknya penuh perasaan rindu. Bagaimanapun dia, aku lahir dari rahimnya.
Pasongsongan, 4/3/2020
