Cinta yang Hilang


Pentigraf: Yant Kaiy

Seujung jarum pun aku tak pernah membencinya. Meskipun aku tak punya salah dan masalah padanya. Tonah seolah gelap mata kalau dirinya pernah terperosok ke lembah nista dan akulah juru selamatnya. Ia termakan fitnah temanku sendiri. Ia percaya saja tanpa menanyakan padaku akan kebenarannya.

Aku tak bisa memaksanya untuk kembali hadir di malam kerinduanku. Aku sudah punya tambatan lain. Menurut banyak teman, kekasihku sekarang lebih cantik dari Tonah. Bagi pribadiku, kecantikan itu relatif. Tidak mutlak. Cantik bagi orang lain, mungkin juga bagi lainnya tidak.

Tonah juga mendapat cowok lain setelah putus denganku. Ia lebih ganteng. Kaya dan pintar. Lalu kenapa dia tetap membenciku?

Pasongsongan, 17/3/2020


LihatTutupKomentar