Catatan Penghibur
Pentigraf: Yant Kaiy
Menghibur orang lain berfaedah bagi mereka yang menyukainya.
Sebagai penghibur, Tonah memiliki banyak pengagum. Untuk tidak mengecewakannya,
ia berusaha untuk selalu tampil ceria di depan mereka. Mulai dari make up,
busana, sepatu, dan aksesoris selalu menjadi perhatian Tonah ketika akan
manggung. Tonah sadar betul, kalau kebagusan vokal yang didukung penampilan
akan menatalkan kesan “wah” di hati mereka. Ujungnya mereka akan haus dan haus
lagi menyaksikan pertunjukannya.
Saat orang-orang sudah bosan, Tonah tak dapat tawaran
manggung lagi. Namanya tenggelam dengan hadirnya penghibur lain. Tonah berusaha
bangkit dari keterpurukan. Ia mencari sensasi untuk menaikkan popularitasnya.
Ia juga membuat manuver agar namanya muncul ke puncak bukit seperti sebelumnya.
Tapi semua tak membantunya.
Tonah minta bantuan pada beberapa orang pintar. Ia juga
pergi tempat-tempat yang bisa mengabulkan permohonannya. Karena semua tak bisa
mendongkrak kariernya, akhirnya dia stres. Setengah gila.
Pasongsongan, 2/3/2020
