Bila Gelap
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku begitu tersiksa bila malam mulai tergambar.
Bayang-bayang bayi hasil hubungan gelapku dengan Debur menghias alam pikiran.
Merongrong ketenangan jiwa. Semakin berusaha melupakannya semakin jelas
wujudnya. Calon manusia itu harus kukubur sebelum aib keluarga tercabik.
Bayi-bayi itu tertawa. Memenuhi ruang indera pendengaranku.
Lalu berubah menjadi tangis. Kututup telinga ini rapat. Tawa dan tangis itu
makin jelas. Dalam gelap aku sentuh dia, ternyata terasa. Kupeluk erat. Ia pun
merengek. Kususui dia. Tapi bayi itu menggigit payudaraku. Kurang ajar.
Kulempar dia. Tak ada suara.
Kutinggalkan ia pada kesendiriannya. Dia tetap mengikutiku
ketika langkah kaki menuju rumah kontrakan Debur. Kuceritakan padanya, bahwa dia
selalu datang dalam gelap malamku. “Besok aku akan menikahimu.”
Pasongsongan, 7/3/2020
