Akhir Cerita
Pentigraf: Yant Kaiy
Aku tak bisa mengingkarinya kalau aku begitu kagum pada
perilakunya. Debur lelaki yang baik hati. Suka menolong siapa saja: Membantu
apa saja. Membantu tetangganya yang membangun rumah. Membantu menggali kuburan
bila ada yang meninggal dunia. Ketika ada perayaan hari-hari besar di masjid,
ia selalu terdepan. Jika ada orang sakit, ia akan mengurus administrasinya
dimana ia berobat.
Aku salut padanya. Padahal dia hanya tamatan Madrasah
Tsanawiyah di kampung kami. Dia juga bukan dari keluarga berada, ekonominya
biasa-biasa saja. Hebatnya lagi, dia tanpa pamrih. Tulus membantu sesama.
Ketika tidak ada orang-orang yang peduli akan masa depannya,
Debur lalu menikah dengan gadis berasal dari kabupaten lain berjarak 41
kilometer dari kampung kami. Mereka lalu merasa kehilangan pemuda terbaik. Saat
dia ada tak terasa, saat sudah jauh mereka butuh.
Pasongsongan. 24/3/2020

