Tips Konsumsi Gula ala Komunitas Therapy Banyu Urip
| M.S. Arifin (kanan) sedang berkomunikasi dengan salah satu pasien. (Foto: Yant Kaiy) |
YOGYAKARTA, apoymadura.com - Konsumsi gula tiap hari tidak
bisa dihindari. Apalagi anak-anak yang tak bisa lepas dari jajanan manis
tiap harinya. Parahnya lagi dalam snack dan minuman ringan ditambahkan pemanis
buatan. Seperti sakarin, aspartam,
sukralosa, acesulfame potassium, dan neotam.
Menurut para ahli kedokteran,
pemanis buatan dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Pemanis
buatan juga diduga kuat sebagai pemicu meningkatkan risiko penyakit ginjal dan
diabetes.
Sebuah dilema yang cukup rumit dalam
menghadapi kondisi demikian. Kenapa? Karena anak-anak umumnya sulit diatur. Di
rumah sebelum berangkat sekolah sudah diwanti-wanti oleh orang tuanya, tapi
sampai di sekolah pada jam istirahat ia mengahajar jajanan ringan dan minuman
dingin berpemanis buatan.
“Kita maklum
benar kalau snack itu rasanya mengundang selera. Umumnya snack mengandung
pemanis buatan, pewarna sintetis, perasa buatan yang semuanya berefek tidak
baik bagi tubuh. Dampaknya sangat luar biasa kalau dikonsumsi setiap hari. Maka
kita pun harus bijak menyiasati kondisi seperti saat ini,” terang M.S. Arifin
di tempat praktek pengobatan alternatif
Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip Yogyakarta. Sabtu (8/2/2020.
Lebih jauh M.S. Arifin
menerangkan, semakin banyak seseorang mengonsumsi gula, maka tubuh akan semakin
memperbanyak produksi hormon insulin. Tugas insulin sebenarnya berperan
mengolah gula dari makanan menjadi energi. Tapi ketika kadar insulin tubuh dan
kadar gula tinggi, maka tubuh akan mengembangkan kondisi bernama resistensi
insulin yang menjadi pemicu diabetes.
“Kita tahu, kalau diabetes itu
merupakan induk dari segala penyakit. Artinya ketika seseorang terkena
diabetes, kemungkinan besar akan ada komplikasi lain yang mengikutinya. Antara
lain kebutaan, hipertensi, penyakit jantung, bahkan hingga kanker,” tambah
lelaki yang masih aktif sebagai Polisi Militer di Yogyakarta ini kepada apoymadura.
Di tempat pengobatan herbal
Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip, M.S. Arifin sering menangani anak-anak
yang terjangkit penyakit kencing manis. Yakni anak-anak yang masih duduk di
bangku SMP. Ini sebuah kondisi yang memprihatinkan bagi kalangan orang tua
sekarang, tandasnya lebih jauh dalam merespons realita kesehatan anak
akhir-akhir ini.
Menyikapi hal demikian, M.S.
Arifin sebagai owner Komunitas Therapy Ramuan Banyu Urip yang sudah membuka beberapa
cabang di luar negeri memberikan tips mengonsumsi gula yang baik. Dan tips ini
akan menghindarkan penyakit diabetes.
Ada tiga jenis gula, yakni gula
pasir, gula batu dan gula merah. Gula pasir dianjurkan untuk dikonsumsi tidak
lebih dari 5 gram (1/2 sendok makan) per hari. Untuk gula batu disarankan
dikonsumsi tidak lebih 60 gram (6 sendok makan) per hari. Sedangkan gula merah
yang terbuat dari pohon kelapa/aren dianjurkan dikonsumsi tidak lebih 90 gram
(9 sendok makan) per hari.
“Semua batasan konsumsi gula itu
sesuai dengan anjuran para medis. Dan itu merupakan kemampuan pankreas manusia
mengubah gula-gula tersebut menjadi energi. Jika konsumsi gula lebih dari
takaran, otomatis pankreas tidak bisa memprosesnya. Sisa gula itu akan menjadi
gula darah dan lemak. Lama kelamaan tubuh kita akan terkena penyakit diabetes,
“ terang lelaki bertubuh atletis itu sangat rinci. (Yant Kaiy)
